Jumat, 10 Oktober 2008

Benar ?

Pada awalnya saya merasa kasihan kepada mereka yang tidak menyadari bahwa ada begitu banyak pilihan di muka bumi. Tetapi ternyata dengan menjadi manusia yang sadar tidak juga membuat manusia bebas dari masalah, tepatnya pada kebimbangan.

Mundur kebelakang beberapa minggu lalu, saya terlibat pembicaraan tentang apakah konsep kebenaran itu, karena apa yang kita yakini sebagai kebenaran yang pada akhirnya mengarahkan kita dalam mengambil keputusan, kan ?
Semua orang punya cara pandang tentang kebenaran mereka.
Amrozi yang jelas-jelas sudah membunuh sekian banyak manusia saja masih keukeuh merasa bahwa dia dan geng-nya benar. Gallileo yang menyatakan fakta bahwa dunia itu bulat malah dihukum mati...
Apakah kebenaran adalah suara mayoritas ?
Pembicaraan itu tidak mencapai hasil yang memuaskan, karena jawaban akhir adalah kembali pada diri sendiri, relatif, bias...

Jika dilihat kembali perjalanan hidup saya ke belakang, ada beberapa hal yang dulu saya anggap benar lalu menjadi tidak benar lalu muncul lagi untuk dipertanyakan apakah sudah benar jika saya menganggap itu tidak benar?
Beginilah jika memiliki otak yang hyper, kadang usaha untuk menguliti sebuah hal menjadi yang mengisap kita semakin dalam ke ujung yang tidak berdasar (karena pada akhirnya biasanya akan ditemukan jawaban...yaa relatif...damn!).

O well..mungkin memang hanya itu jawabannya, dan ternyata masalahnya adalah pada kemampuan saya mengkompromisasi suatu keadaan yang relatif..?