Minggu, 17 Mei 2009

David Foster and Friends


Perkenalan saya dengan musik David Foster (www.davidfoster.com) adalah ketika beberapa tahun lalu, salah seorang teman 'meracuni' saya dengan fanatismenya pada musik tahun 80'an, terutamanya pada lagu besutan (aih kosa kata baru nih..) Mr. Foster, seperti The Best of Me (dinyanyikan bersama Olivia Newton John), Glory of Love ( dinyanyikan oleh Peter Cetera- si suara melengking dengan gaya jungklang jungkling-), dan beberapa lagu yang menjadi everlasting hits.

Sehingga ketika kemarin saya melihat DVD You're The Inspiration, The Music of David Foster & Friends (http://www.davidfoster.com/media/photos/foster-friends), saya rasa tidak ada salahnya membeli (toh sepulu ribu ini-maklum bajakan), saya cukup yakin akan lagu-lagunya (tapi yang patut diragukan sih kualitas DVDnya, ha ha ha...)

Konser dibuka dengan penampilannya bersama Kenny G (ini orang dari jama gw SD ampe sekarang kok bisa tetep cungkring dan kriting...), lalu setelah melewati beberapa lagu, termasuk satu lagu yang pernah bertahan menjadi ringtone hape selama berbulan- bulan, After The Love Has Gone, muncullah penyanyi wanita tercantik abad ini ....Katharine McPhee....benar-benar tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ...
(Memang seharusnya dia tuh yang menang American Idol, bukannya si ubanan yang nyanyi kayak orang kejang gituuu...maaf ya buat soul patrol-er..maklum esmosi, ha ha ha)

Untungnya David Foster tuh jenius yang tidak dibutakan oleh kemenangan voting , jadi dia memproduseri Jeng McPhee, bahkan diakui oleh Katharine bahwa American Idol memberikannya nama, tapi David yang memberikannya karir!

Kembali ke konsernya, salah satu penyanyi hasil didikan Mr.Foster yang menarik adalah Michael Buble (www.michaelbuble.com). Sebelumnya saya menganggap dia penyanyi baru yang ..yaa..lumayan lah, tapi agak bantat gitu (gileee looo dy, mainnya fisik banget sih?)..tapi sehabis menonton aksi panggungnya yang sangat interaktif...Oh My God ..I never knew pria bantat bisa begitu terlihat sexy..ha ha ha ha...

Kemudian ada juga beberapa penyanyi seperti Celine Dion yang ternyata 'ditemukan' oleh David Foster ketika masih culun dan belum bisa bahasa inggris...o la la...
Josh Groban yang ga kalah culun, bahkan ketika udah ngetop masih malu malu aja.. (sok tau mode on), dan lain lain ( pan aye udah ngasi linknye, noh diliat aja ndiri yak...)

Pada akhir konser saya melihat bagaimana kegiatan gladi, saya jadi berpikir pasti kerja tim yang sangat melelahkan , secara artisnya sendiri sudah 18 orang belum pemain musik dan kru tata panggung..waaaa....
Mengingat saya yang dulu cuma bintang tamu di proyek teater kecil saja bisa merasakan tekanan dan kelelahan dalam tim, apalagi konser sebesar itu.
Saya juga masih ingat perasaan ketika pertunjukan itu berjalan dengan baik dan melihat reaksi penonton yang antusias...percampuran antara lega dengan banyaaakkk sekali perasaan bahagia, mungkin kurang lebih begitu juga perasaan mereka, ya? (mungkin plus bonus seneng karena dapet duit..ha ha ha)

Yah, yang saya sesali adalah karena saya membeli DVD bajakannya, bukan karena mengeluhkan kualitas DVD, karena gambarnya sudah sangat jernih, tapi sebagai orang yang pernah menjalani pengalaman yang serupa tapi tak sama, seharusnya saya bisa lebih menghargai kerja keras mereka dengan setidaknya membeli DVD yang asli :(

Laki laki dan tanaman


Ketika akhirnya saya bisa mengklik website salah satu teman yang berisikan interviewnya dengan orang- orang seantero dunia (salah satunya saya!), saya agak terbengong- bengong dengan jawaban saya sendiri.

Wah...ternyata saya dengan begitu sombong mengatai laki-laki adalah mahluk bodoh (ha ha ha..maaf ya para lelaki..saya khilaf..), secara kalau digeneralisasi seperti itu masa' Hilary bisa kalah suara sama Obama ya?
Ya semua punya kelebihan dan kekurangan, bahkan laki-laki pun ada yang lebih sensitif dari perempuan seperti halnya perempuan banyak yang lebih maskulin dari laki-laki (mengacu pada diri sendiri?).
Di site itu saya melihat satu profil pria yang menarik, dia mendedikasikan dirinya untuk mengumpulkan tanaman langka dan membuat hutan tropis seluas 7 hektar.
Wah... dibandingkan saya yang baru belajar membersihkan tanaman dari kutu putih dengan semprotan air rinso, kok sepertinya si kakek itu jauh sekali ya? (ya iya lah secara umur juga udah jelas jauhnya ..)

Dulu saya kurang berminat pada tanaman ( termasuk tidak termehek mehek melihat orang yang 'pintar' di bidang tanaman). Tapi ketika saya mulai membaca tentang Self Healing, didalamnya dijelaskan tentang penyembuhan dengan memperbaiki 'energi' yang bisa dibantu oleh tanaman dan binatang, saya mulai belajar berteman dengan tanaman.
Bahkan sewaktu saya masih rajin ke kampus, ada satu pohon dimana saya suka duduk dibawahnya dan melihati anak-anak yang dandanannya beraneka ragam, salah satunya yang membuat saya takjub adalah celana panjang model punk dengan pemakaian sangat jauh dibawah pinggul sehingga tidak hanya ban boxernya, bahkan motifnya jelas terlihat..ck ck ck...gaul memang perlu keahlian khusus agar celana tidak melorot ya?

Kembali tentang energi, dijelaskan juga bahwa alat elektronik mengeluarkan radiasi yang sangat besar, yang bisa mengganggu keseimbangan energi kita, salah satu benda kecil yang ternyata berbahaya adalah hand phone ( apa harusnya kita mulai belajar telepati aja ya?)
Demikian pula dengan TV dan komputer (wah...kalo gini kayaknya kembali menulis tangan dan membaca buku jadi pilihan untuk hidup 'sehat' nih)

Untuk itu saya mengeluarkan semua benda elektronik dari kamar saya, tapi rencana untuk menghijaukan kamar sempat terganggu oleh ingatan pelajaran IPA waktu SD dulu, katanya kalau malam tanaman mengeluarkan CO2...bisa bisa mati lemes dong eke?
Nanti saya akan mencari informasi lebih jauh tentang tanaman dalam ruangan ( terus terang semenjak jatuhnya rezim Suharto, saya jadi menyangsikan ilmu yang pernah saya pelajari waktu sekolah dulu, jangan -jangan semua hanya rekayasa politik Orde Baru aja?---->termasuk bahaya menaruh tanaman dalam ruangan?ha ha ha ha...au ah..)

Oh ya, sehubungan dengan topik Laki -laki dan tanaman di post ini, ada satu pria Itali yang berdomisili di Bali dan mendedikasikan dirinya pada kecintaanya akan anggrek.Saya membaca profilnya di majalah Garden, dan kagum akan tamannya yang rimbun, sarat dengan tanaman tropis khas Bali. Wah...menumbuhkan motivasi untuk lebih mengenal flora negeri sendiri ( masa' kalah ama orang luar? udah cukup tempe dan kencur dihak paten ama orang Jepang...reog di paten orang malaysia)
Saya rasa tidak ada salahnya kita mulai belajar kembali tentang alam kita, walau dengan resiko dikatakan jadul ( atau malah dianggap gaul karena Eco- Green friendly?), tapi jika itu didasari akan manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita, mungkin ini bisa dijadikan gaya hidup yang lebih membahagiakan.

Sabtu, 16 Mei 2009

Meminjam

Kemarin siang, saya diajak mencari makanan padang oleh sahabat saya, si kembaran Mayangsari. Menurut pengakuannya sudah dari semalam dia tidak makan (yang kemudian diralat bahwa semalam sambil menyetir pulang dia menggerogoti martabak yang seharusnya buat oleh- oleh, hi hi hi).
Sahabat saya ini adalah salah satu orang yang cukup cepat bisa merealisasikan impiannya (penganut dan praktisi 'The Secret'), mungkin karena kemampuan visualisasi yang tingga, atau buah dari karmanya menjadi orang yang baik?

Sekitar pertengahan tahun lalu, ketika dia baru back for good ke Bali, sewaktu kita sedang berburu donat j.co (dan kini menyesali lemak menggelambir yang ditimbulkannya..hiks!), dia sempat berkata bahwa tahun depan dia menginginkan sebuah mobil seperti yang ada di parkiran. Mobil yang bagus dan terlihat mantap untuk seorang wanita karier, sementara saya berkata saya mau tetap naik sepeda mini!

Kemudian, beberapa bulan yang lalu dia sudah berhasil membeli mobil impiannya dan saya tetap dengan sepeda mini saya (Blar!..ternyata Tuhan Maha Mendengar..ha ha ha ha). Tentunya ini dirayakan dengan berjalan- jalan dengan si mobil baru, wah memang
ada harga ada kenyamanan (duit emang ga bohong-->kata miss universe iklan U-c 1000).
Semua memuji mobil barunya, dan dia terlihat sangat gembira (campur was was, maklum baru bu...).

Kembali ke kejadian kemarin (gila flash back ke masa lalunya hampir separuh cerita, ha ha ha), sebelum bertemu dia, saya mengendarai si Kermot (adik tiri dari Kermit-baca cerita selengkapnya di post Kermit- yang meratapi nasibnya tiap hari karena tidak dicintai sebesar kakak tirinya...Ibu Jeki hanya cinta kepada si Kermit saja...*disenandungkan dengan nada lagu Ibu Tiri*). Saya patut mensyukuri memiliki teman- teman yang berbaik hati mempercayakan mobilnya untuk saya pinjam-pinjam, aahh...terima kasih terima kasih...
Beranjak dari Kermot si city car ke mobil si Mayangsari yang BESAR, seperti masuk ke dimensi lain (wah ini sih hiperbola banget cui...), ya intinya ngerti kan sodara- sodara?

Kemudian, seperti yang sudah- sudah penobatan untuk menjadi sopir dimulai (ini berarti teman-teman mempercayai nyawanya pada saya..hu hu hu mengharukan..), karena tenaganya besar jadi tarikannya sangat mantap.Hmm...wawawawawa...

Demikianlah akhirnya hampir malam dan kami bubaran, saya kembali menyetir si Kermot terbersit pikiran, "Kenapa mobil ini jadi sempit, ya? ah..masa' gw dalam waktu seketika menggede? kan tadi cuma makan sop ayam doang..."
Begitulah penyesuaian diri beberapa detik, lalu kembali menyatu dengan si Kermot.Dan menyetir dengan ugal-ugalan lagi, ha ha ha...

Jadi....hikmah dari cerita yang maha panjang di atas adalah...
Saya mensyukuri semua mobil yang bisa saya kendarai, kenyamanan yang diberikan (lihat yang naik motor kehujanan trus kepanasan...huhuhuhu...), walau itu hanya meminjam.
Seringkali kita jadi menyia-nyiakan sesuatu yang kita rasa miliki, tetapi lebih bisa menghargai sesuatu jika itu hanya meminjam. Padahal kalau dipikir pikir lagi akhirnya semua bawaan kita di hidup ini akan kembali ke Tuhan, jadi pada dasarnya kita semua hanya 'peminjam'.
Mungkin dengan menyadari kenyataan sebagai seorang peminjam, kita akan lebih bisa memaknai semua hal yang bisa kita peroleh dalam hidup.Semoga.

Impian


Sebenarnya ini adalah tulisan yang dibuat kemarin, karena ada gangguan koneksi (@ Jeki: gw ngerti Jek, ternyata selain kalo dipake dibawah koneksinya ajrut ajrutan, kalo modemnya panas langsung ngadat dengan manisnya ha ha ha), jadi baru saya publikasikan hari ini, selamat membaca..

Hari ini dimulai dengan perasaan agak terganggu oleh pertanyaan ibu saya (atau lebih tepatnya anjuran)..AYO SELESAIKAN KULIAHNYA...

Hawa tiba- tiba mendingin, otot muka menegang, mulut manyun..Membayangkan untuk kembali mengurus nilai langsung membutekkan pikiran.
Memang sudah hampir setahun saya tidak aktif berkuliah ria, ini dimulai dari kejadian huru hara di kampus, akibat persengketaan memeperebutkan jabatan rektor.
Tapi sebenarnya tanpa adanya kasus itu pun, saya memang agak kurang bersemangat mengikuti kuliah yang saya tidak minati...ha ha ha...iya, saya tau sistem belajar seperti ini ngga akan membantu saya bisa lulus cepat, tapi gimana ya, sesuatu yang tidak saya kerjakan dengan antusias hanya akan menghasilkan keluhan dan merusak kebahagiaan hidup saya.

Hampir semua orang menganggap bahwa saya pemalas, pembosan, dan semua image sejenisnya. Sah sah saja, karena saya pun sempat mempercayai pendapat itu, sampai suatu hari salah satu sahabat saya, Sapiy ( xoxoxoxox) mengirimkan e-mail yang sangat menggugah hati.
Isinya tentang perjalanan hidup Steve Jobs, seorang milyuner pendiri Apple Computer.
Diceritakan bahwa sewaktu kuliah dia hanya menekuni kelas yang dia sukai, hingga akhirnya dia dikeluarkan dari kampusnya. Tapi karena hal yang dia sukai itu , dia bisa menciptakan komputer pertama dengan tampilan lebih menarik dan menjadikannya kaya raya.

Jadi saya rasa adalah hak orang lain untuk memberi pendapat tentang apa yang mereka percayai, tetapi adalah juga hak kita untuk memutuskan jalan terbaik yang bisa membuat kita bahagia.
Mungkin dengan memiliki titel akan lebih memudahkan untuk mencari pekerjaan, lalu mandiri dengan pendapatannya, lalu mulai membeli apapun yang bisa mengobati stressnya pada pekerjaan, atau sekedar pembuktian pada masyarakat akan 'kesuksesannya', tapi apakah itu yang disebut bahagia?

Saya ingin seperti mereka yang mengutamakan kepuasan hati dalam melakukan hal yang disukainya, sehingga uang bukanlah tujuan utamanya, hanya sebagai bonus yang menyenangkan. Oh ya, memang terdengar seperti impian, tapi seperti kata orang bijak, semakin kuat kita bisa memvisualisasikan impian kita, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkannya.

Jadi disini saya akan menceritakan impian saya.
Saya selalu menyukai buku, saya suka menulis, saya suka menggambar, saya suka bertemu orang- orang dan saling bercerita tentang hidup, saya suka binatang dan ( recently) suka pada tanaman.
Ketika saya kaitkan semua, maka yang terlihat adalah sebuah tempat dengan buku (bisa jadi toko buku) dan gallery .
Sebuah tempat berkumpulnya orang untuk membicarakan hal menarik dari hidup, bersantai dengan piaraannya di suasana alam yang hijau.

Demikianlah, menceritakan tentang mimpi memang tidak semudah memendam impian, ada ketakutan akan ditertawai, dipermalukan, diremehkan, bahkan oleh orang-orang terdekat kita. Tapi saya rasa ini adalah salah satu ujian dalam menjadi original, bukan begitu?

Selasa, 12 Mei 2009

lapar...lapar


Tidak disangka dan tidak diduga, setelah cukup lama tidak aktif, pada malam ini akan muncul tulisan lagi!

Sebelumnya saya akan menyampaikan kondisi terkini dari penulis.
Dalam kurun waktu beberapa bulan saya dengan sukses telah menggemukkan diri (kenyataan pahit yang dibuat seolah- olah merupakan program terencana), saat ini hampir semua celana yang digunakan adalah yang berpinggang karet, baju terasa lebih sesak(terutama di bagian perut ),dan ketika duduk tercipta hanya satu lipatan perut...yang bisa diselipkan pensil di bawahnya..OHHH TIDAAKKKKK!!! (untuk lebih mendramatisir maka disertai gerakan menabrak terjatuh dan berlari tak tentu arah kembali).

Demikianlah, dengan kondisi fisik saya yang sedang tidak OK Banget ini ( terima kasih yaa buat saudara saudara dan teman teman yang sudah mengingatkan dengan tatapan iba itu..hu hu hu...), maka saya kehilangan kepercayaan diri untuk pergi bergaul (padahal alasan utamanya adalah krisis keuangan..fu fu fu).

Kenapa kita peduli atas pendangan orang lain, ya ?
Mungkin sebab yang mendasar adalah keinginan untuk diterima di lingkungan kita.
Ada beberapa teman ' seniman' yang bergaya 'nyentrik' , memang terlihat berbeda di lingkungan masyarakat pada umumnya, dengan standar dekil, awut- awutan (beberapa memilih gimbal), baju lusuh dengan cat disana sini, celana robek, untuk mereka tampil bersih dan rapi malah menjadi hal yang sangat risih.
Pada akhirnya mereka toh tetap terjebak pada stereotipe yang dibentuk oleh lingkungannya.

Suatu ketika, saya sangat ingin menjadi orang yang original. Melakukan tindakan dengan perasaan seutuhnya tanpa khawatir apa nanti yang dipikirkan orang lain.
Semua bermuara pada pikiran kita.

Saya percaya bahwa kita bukanlah pikiran. Pikiran lebih banyak dibentuk oleh ego kita ( termasuk pembenaran- pembenarannya, fakta pendukung dkk), tapi setelah sekian lama kita dilatih dengan logika, kita mulai percaya bahwa itu satu- satunya cara menjalani hidup.
Perasaan dasar manusia seperti cinta ditunggangi pikiran bahwa sebaiknya cinta itu berbalas, kalau engga, kamu akan terlihat menyedihkan sebagai pengemis cintaaaaaa ( joni iskandar mode on)..karena itu banyak orang yang alergi pada kata cinta...

Ada yang berusaha menyiasati ego(yang berkedok cinta) dengan mengikat pasangannya melalui ' status', dengan harapan cara ini bisa membuat pasangannya merasa berdosa jika mencintai orang lain, ini hanya akan membawa makin banyak orang yang berbohong.
tidak original. hidup dalam rutinitas yang membosankan tapi aman.

Pemikiran ini membuat orang- orang melihat saya sebagai pembosan, tidak bisa bertahan pada suatu hubungan. Tidak sedikit teman yang menasehati untuk sattle down, berhenti bertualang, tapi apakah itu membahagiakan? Tidak sedikit dari mereka yang mengakui kejenuhan , berselingkuh, berbohong, berprasangka, bahkan tidak sedikit yang merasa 'terjebak', mau cerai malu, tapi kalau dijalanin udah seperti neraka.Ibarat makan buah simalakama--->dimakan mati ga dimakan mati, jadi dikulum kulum aja?
Memang ada juga yang benar-benar menikmati memiliki partner yang bisa dipercaya untuk berbagi pemikiran, untuk mereka saya ikut bersyukur karena telah memberikan gambaran yang baik tentang hidup monogami.

Ngomong-ngomong saya pernah membaca penelitian yang dilakukan di dunia barat yang mengatakan sebenarnya manusia bukan mahluk monogami, satu satunya yang membuat manusia bisa memilih menjadi monogami adalah adanya cinta ( atau itu sebenarnya ego?).

Demikianlah pembicaraan kita sudah ngelantur kemana- mana ( gejala kurang mizone ), mungkin karena sudah malam, hujan, lapar, usaha diet...uhhhh.... malam yang berat dan perut yang lapar... mudah mudahan bisa diambil saripatinya (nada pembawa acara infoteinmen yang super dibuat buat).

p.s Kok Joni Iskandar sekarang rambutnya direbonding sih?ga aciiiii nih...