Sejujurnya saya mengakui bahwasana saya adalah orang yang angin-anginan, atau untuk sebagian orang mengatakan semau gue , atau mungkin dibelahan dunia lain menggunakan istilah moody.
Itu seperti kutukan untuk orang disekitar saya, tidak ada suatu jaminan kepastian, dalam kasus pertemanan seringkali saya datang dan menghilang, saat ini hangat lalu kemudian bisa jadi sangat dingin. Untuk beberapa orang, situasi ini membuat frustasi dan memilih untuk tidak terlalu berharap akan konsistensi.
Mungkin ini juga melatar belakangi di delete-nya saya secara real dan secara network online, ha ha ha....
Cukup mengejutkan , tapi saya berusaha menghargai keputusan orang lain, semua orang punya cara berpikir yang membuat mereka merasa lebih nyaman menjalani hidup. Mungkin juga takdir perjodohannya memang hingga disana saja, jadi saya belajar untuk menerima bahwa semua sudah diatur oleh kekuatan yang lebih besar di luar sana ( ..ting tong ting tong ting tong....maksudnya a la musik The X-Files, tapi begitu dibaca lagi seperti dagang es dong dong ya?)
Ketika saya membaca buku karya Amy Tan, yang berjudul The Hundred Secret Senses selama tugas menjaga Bibi yang opname di Rumah Sakit saya merasa mendapat pencerahan.
Ceritanya tentang bagaimana orang disekitar tokoh utama itu ternyata adalah jiwa yang sama yang dia kenal di kehidupan terdahulu, yang bertemu lagi untuk menyelesaikan urusan ataupun kembali bersama karena memiliki janji sebelum meninggal. Bahkan orang yang dulu pernah begitu kejam dan mengkhianatinya akhirnya dilahirkan kembali menjadi anjingnya.
Mungkin begitu cara Shifu membantu saya memahami tentang takdir pertemuan dan belajar untuk melepaskannya ,karena pada akhirnya itu hanya akan menjadi keterikatan hati yang menyiksa.
Saya bersyukur dengan melatih memancarkan pikiran lurus sangat membantu saya ketika mengalami keadaan pikiran yang penuh gundah gulana. Orang yang berpikir terlalu aktif kadang kala sering lupa untuk menyederhanakan keinginannya, so little time so much to do, begitu kata mas-mas dari grup Arwarna.
Terima kasih Shifu dan terima kasih untuk teman-teman yang masih berbagi perjalanannya dengan saya, untuk mereka yang telah terlepas dari hidup saya, saya ucapkan selamat jalan.
Jumat, 25 September 2009
Langganan:
Postingan (Atom)

