Kamis, 23 Juli 2009

mentalitas pamer


Setelah kemarin saya mempost beberapa karya sketsa di facebook, ternyata komentar dari handai taulan sangat menggembirakan. Untungnya koneksi komputer di lantai bawah ajrut-ajrutan. Kenapa dikatakan untung?
Karena dalam ketidaksabaran itu saya bisa menyadari bahwa telah muncul kesombongan dari dalam diri untuk memamerkan 'kelebihan' saya. Padahal jika melihat karya beberapa master pencil drawing yang begitu detail, saya sih ngga ada apa-apanya..hu hu hu...takabur sekali.

Belakangan ini saya sedang mempelajari perihal mentalitas pamer. Keterikatan hati untuk terlihat 'lebih hebat dari manusia lain' ini mengaburkan tujuan berkarya, yang sebelumnya adalah murni kegiatan yang menggembirakan dan memuaskan hati menjadi 'cara untuk ngetop dan kaya'.

Saya bersyukur telah dikenalkan pada Falun Dafa oleh sahabat saya, walaupun saya baru mempelajarinya beberapa saat (sudah dikenalkan bertahun tahun lalu, tetapi baru tergugah untuk belajar sekarang..thanks for not givin' up on me :)), tetapi ajaran pada buku Zhuan Falun semakin dibaca semakin memberikan kesadaran untuk bersikap sadar sehari-hari. Sederhana, tapi memang tidak semudah itu melawan pengaruh keinginan hati di lautan manusia yang penuh intrik dan nafsu (kok kedengerannya ngeri ya?ha ha ha...ya begitulah...)

Saya tidak akan menceritakan lebih jauh tentang Falun, karena pemahaman saya yang masih cupu, kalau pembaca memiliki ikatan perjodohan dengannya niscaya akan menemukan jalan untuk mempelajarinya. Falun Dafa is Good .

Tidak ada komentar: