Rabu, 23 Juli 2008

Cukup Cukup


Telah dipublikasikan sebelumnya pada 02-7-2008

Tadi malam adalah salah satu malam yang paling 'hidup' dalam hidup saya...

Setelah sekian lama saya berkubang di lembah kemalasan, akhirnya Tuhan mengirim Ewelina untuk meminta saya berpartisipasi dalam pertunjukannya yang berjudul Cukup Cukup (terjemahan bebas dari Enough is Enough).
Pertunjukan ini menggabungkan tarian kontemporer yang dibawakan oleh Saby,si ramah dan baik hati(dari Venezuela) dan si super sexy Kaya(dari Cheko), musik gitar akustik dan beberapa atribut lenong lainnya oleh Evan- versi laki2 dari Saby (dari Amerika) dan si always sleepy Ralf(dari Jerman) dibantu oleh dua orang perancis yang saya lupa namanya(saya panggil mereka garcons supaya mudah..ha ha ha..)maklum dua orang pembangkit energi ini baru saja bergabung sehari sebelum pertunjukan (Ewe..u were so crazy!ha ha ha..),Jon si kalem dan saya sebagai pengisi suara wayang.

Cukup Cukup bercerita tentang pengalaman mereka sebagai bule yang belajar di Bali (mungkin sebenarnya lebih ke pengalaman Ewe), semua related dengan perasaan menyadari betapa putihnya dia diantara orang Bali.Betapa banyak adat kebiasaan yang berbeda, betapa membingungkan menjalani hidup di dunia yang berbeda, perasaan kesepian akan orang yang dicintai di negaranya, hingga kemarahan karena merasa putus asa.

Wayang saya bentuknya sedikit mirip petruk yang hidungnya agak mengembang,persis seperti orang yang kena efek minum jamu racikan,kalau tidak salah nama efeknya moon face, dengan perut yang seperti busung lapar ( tapi menurut Ewe sebagai pembuatnya ini adalah wayang unisex) menggambarkan 4 karakter tipikal orang Bali, Wayan,ibu rumah tangga yang ingin tampil mentereng, Kadek, pegawai negeri yang lebih banyak jalan jalan, Komang, penjaga warnet pemalu yang merasa melalui chatting di internet dia bisa menemukan kenyamanan, dan Ketut si patriotik yang marah karena pulaunya di eksploitasi untuk industri pariwisata.
Ini adalah kali pertamanya saya naik ke panggung dan bermain teater (walaupun memang sepanjang hidup saya selalu membuat aksi aksi bodoh dengan meniru karakter orang lain, tapi tentu tidak bisa disamakan ya?). Saya sedikit merasa gugup tapi entah kenapa ya..mungkin karena energi team work, saya merasa tidak sendiri...susah untuk dijelaskan, seperti ada kekuatan yang membuat kami adalah satu kesatuan yang solid. Sangat membuat nyaman, dan memang etos kerja yang selalu ditekankan oleh Ewe adalah menikmati peran masing- masing, instead of berusaha tampil dengan sempurna.

Senang sekali mendengar keprok keprok dari penonton pada setiap adegan yang kami lakukan, bahkan menurut kesaksian Ladyroker sahabatku yang bersedia menjadi seksi dokumeter (dan apapun yang berhubungan dengan keseksi seksian hi hi hi...korban nonton Sex and The City tuh Ka..terobsesi ama Samantha kan jadinya..) dia bisa merasakan terhanyut kedalam pertunjukan karena keharmonisasian tata lampu, perpaduan permainan karakter bayangan di balik layar dan tarian di depan layar, tata suara yang sederhana tapi sangat bisa membangun suasana, dan pergerakan cerita yang memainkan emosi penonton, yang membuat saya merasa kerja keras berlatih kami dan ketelitian Ewe sebagai sutradara terbayar sudah.
SENANG SEKALI!
O ya, juga pujian dari sahabat saya si Jengkol Ceking yang bela belain ke tempat yang paling macet di denpasar dengan mobil barunya karena acara Pesta Kesenian-nya, yang mungkin mengundang resiko bermasalah dengan polisi (iya ini akan menjadi rahasia antara lu,gw, si koncreng dan omnya koncreng Jek...).SENANG SEKALI(S)!ha ha ha ha....

Thanks to all my darlings for last night...i love u all XoXoXoXo

-ditutup dengan lagu dari Barney-
I love u, u love me, we're a happy family, with a great big hug and kiss from me to u, won't u say u love me too......

1 komentar:

Anonim mengatakan...

waw.. is that you?? keren euii.. ^^ good work lazy girl.. senangnya.. happy for u 2 ^^