Dia telah membuktikan dirinya sebagai anak yang paling kuat, bertahan dikala semua saudaranya berguguran satu persatu karena sakit.Juga paling lucu dengan warna bulu hitam pada hampir seluruh kulitnya, dan hanya menyisakan putih pada ujung kakinya, seperti memakai kaos kaki.
Saya belum sempat memberinya nama, memanggilnya 'anak anjing' saja.
Hanya sesekali bermain dengannya, dia suka sekali kalau perutnya dielus elus, dan disuapi makanan.Walaupun sedang flu, tertular dari Bacil, ibunya, tapi nafsu makannya masih baik. Ekornya yang hanya sebesar jari kelingking saya terkibas kibas dengan kencang jika dia diperhatikan.
Saya yakin dia akan sembuh karena sebelum saya berangkat menjemput ibu, dia terlihat ceria mengunyah sambil kedua kaki depannya memeluk ubi manis pemberian saya.
Seandainya saya menyetir lebih hati hati mungkin si anak anjing masih akan menikmati makanan lain selain ubi manis.
Cukup lama saya mengelusnya dengan perasaan sangat sedih melihatnya meregang nyawa.
Semua doa yang saya ucapkan untuknya hanya upaya untuk mengurangi perasaan sangat bersalah untuk kecerobohan saya.
Semua kemarahan saya kepada Bacil dan Babi yang membiarkan si anak anjing berjalan mendekati mobil yang sedang melaju hanya usaha saya untuk mencari pihak lain untuk disalahkan.
Beberapa detik setelah saya merasa telah melindasnya, dan melihat sosok kecil berwarna hitam menggelepar di halaman dari kaca spion mobil, saya tau bahwa saya telah membunuhnya.Sore yang sangat menyedihkan...
Selasa, 29 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
HUH!! GAK CUKA MA POCY.. GW KASIH CUKA.. umm.. maap, iya gw tau lo dah menyesal, gw tau lo dah sedih.. semoga tenang di alam sana.. lo membunuh gw tapi kan.. itu kan yg gw pilih pas gw di bali.. mau gw kasih nama pula..tega.. lo bunuh gw.. kan waktu itu kan gw dah wanti2 padahal.. sad..
duh soal beginian back sound otak gw kenceng.. tapi gw ngerti kok lo gak maksud.. tapi kan tapi kan..*case closed*
Posting Komentar