Telah dipublikasikan sebelumnya pada 25-6-2008
Ketika saya sedang berjalan santai di sore hari beberapa hari yang lalu, ada sebuah kejadian yang secara teori tidak masuk akan menimpa pada seorang 'saya'. sebelum membahas kejadian yang mengerikan itu, ada baiknya saya menyebutkan beberapa alasan teori tersebut,dan juga analisa kegagalannya:
satu. Badan saya tinggi dan besar(dihiasi tattoo tattoo yang cantik).logikanya orang tidak berniat macam macam demi melihat postur saya.-berarti unsur hot pants memang bisa membutakan mata orang...
dua. Saya sedang berjalan sore bersama anjing betina bernama babi-mungkin karena dia anjing kacang jadi pamornya engga se'garang' produk impor, tipikal produk buatan dalam negeri ya?
tiga.Kejadiannya di lingkungan rumah saya, yang beberapa meter adalah banjar tempat berkumpulnya pemuda ketapian( dengan motto ketapian power-nya) yang saya rasa rata-rata beritikad untuk bergabung dengan Laskar Bali, atau organisasi keamanan masyarakat sejenisnya- jadi seharusnya pelaku bisa dihajar massa..
Kalau saudara- saudara membaca dengan seksama , sudah bisa dipastikan korbannya saya, saksinya si babi,anjing yang tidak berguna, kejadiannya di lingkungan rumah....Pertanyaannya apa yang terjadi?(kalau perlu dibaca dengan seakan akan memakai caps lock dan nada tinggi untuk mendramatisir keadaan)
Seseorang dengan helm teropong berwarna putih merah dan jacket parasut merah bulukan, naik motor supra dengan nomor polisi DK 3388 (ga keliatan belakangnya saking dekilnya itu motor) berani beraninya menyolek saya lalu kabur ngebut dengan motornya yang butut.
Perlu 10 menit untuk berhenti mengumpat umpat, 1 hari untuk berhenti mendoakan segala hal buruk yang saya harap menimpanya, 2 hari untuk mulai memaafkan dan berdamai dengan amarah saya, dan 3 hari untuk menceritakan pada orang lain( sebagai cerita yang menggelikan)
Ternyata saatnya teori kesabaran akhirnya bertemu dengan ujiannya. Walaupun dari 5 menit setelah tragedi itu saya tahu bahwa jalan terbaik sesuai teori belajar menjadi orang yang sabar dan dicerahkan adalah memaafkan,karena semua hal akan mendapat balasannya tanpa kita ikut berusaha berlebihan, tapi begitu besar keinginan untuk melihat dia mendapat ganjarannya, tepat di depan mata saya ,sambil saya tertawa tawai jahat seperti tokoh antagonis di sinetron. Sempat terpikir, seharusnya saya berteriak maling atau copet supaya semua orang yang sedang nongkrong di banjar mencegat dan menggebukinya, sukur sukur ada yang nyiram pake bensin dan membakar dia hidup- hidup, pasti puaaassssss (ngalahin iklan luna maya dengan XLnya)...Tapi setelah hari ini saya bersyukur tidak meneriakinya dan sudah bisa memaafkan si pelaku tindakan asusila itu, walaupun perlu waktu beberapa hari, tapi pelajaran ini menyadarkan saya betapa jauhnya saya dari kesadaran dan cinta kasih...
dan juga betapa menggodanya saya ketika memakai hot pants, ha ha ha ha....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
yakk.. kembangkan terus jiwa psycho mu.. bagussss.. luar biasaaaaa.. komentar2 gw gak mutu banget deh
Posting Komentar