
Ketika akhirnya saya bisa mengklik website salah satu teman yang berisikan interviewnya dengan orang- orang seantero dunia (salah satunya saya!), saya agak terbengong- bengong dengan jawaban saya sendiri.
Wah...ternyata saya dengan begitu sombong mengatai laki-laki adalah mahluk bodoh (ha ha ha..maaf ya para lelaki..saya khilaf..), secara kalau digeneralisasi seperti itu masa' Hilary bisa kalah suara sama Obama ya?
Ya semua punya kelebihan dan kekurangan, bahkan laki-laki pun ada yang lebih sensitif dari perempuan seperti halnya perempuan banyak yang lebih maskulin dari laki-laki (mengacu pada diri sendiri?).
Di site itu saya melihat satu profil pria yang menarik, dia mendedikasikan dirinya untuk mengumpulkan tanaman langka dan membuat hutan tropis seluas 7 hektar.
Wah... dibandingkan saya yang baru belajar membersihkan tanaman dari kutu putih dengan semprotan air rinso, kok sepertinya si kakek itu jauh sekali ya? (ya iya lah secara umur juga udah jelas jauhnya ..)
Dulu saya kurang berminat pada tanaman ( termasuk tidak termehek mehek melihat orang yang 'pintar' di bidang tanaman). Tapi ketika saya mulai membaca tentang Self Healing, didalamnya dijelaskan tentang penyembuhan dengan memperbaiki 'energi' yang bisa dibantu oleh tanaman dan binatang, saya mulai belajar berteman dengan tanaman.
Bahkan sewaktu saya masih rajin ke kampus, ada satu pohon dimana saya suka duduk dibawahnya dan melihati anak-anak yang dandanannya beraneka ragam, salah satunya yang membuat saya takjub adalah celana panjang model punk dengan pemakaian sangat jauh dibawah pinggul sehingga tidak hanya ban boxernya, bahkan motifnya jelas terlihat..ck ck ck...gaul memang perlu keahlian khusus agar celana tidak melorot ya?
Kembali tentang energi, dijelaskan juga bahwa alat elektronik mengeluarkan radiasi yang sangat besar, yang bisa mengganggu keseimbangan energi kita, salah satu benda kecil yang ternyata berbahaya adalah hand phone ( apa harusnya kita mulai belajar telepati aja ya?)
Demikian pula dengan TV dan komputer (wah...kalo gini kayaknya kembali menulis tangan dan membaca buku jadi pilihan untuk hidup 'sehat' nih)
Untuk itu saya mengeluarkan semua benda elektronik dari kamar saya, tapi rencana untuk menghijaukan kamar sempat terganggu oleh ingatan pelajaran IPA waktu SD dulu, katanya kalau malam tanaman mengeluarkan CO2...bisa bisa mati lemes dong eke?
Nanti saya akan mencari informasi lebih jauh tentang tanaman dalam ruangan ( terus terang semenjak jatuhnya rezim Suharto, saya jadi menyangsikan ilmu yang pernah saya pelajari waktu sekolah dulu, jangan -jangan semua hanya rekayasa politik Orde Baru aja?---->termasuk bahaya menaruh tanaman dalam ruangan?ha ha ha ha...au ah..)
Oh ya, sehubungan dengan topik Laki -laki dan tanaman di post ini, ada satu pria Itali yang berdomisili di Bali dan mendedikasikan dirinya pada kecintaanya akan anggrek.Saya membaca profilnya di majalah Garden, dan kagum akan tamannya yang rimbun, sarat dengan tanaman tropis khas Bali. Wah...menumbuhkan motivasi untuk lebih mengenal flora negeri sendiri ( masa' kalah ama orang luar? udah cukup tempe dan kencur dihak paten ama orang Jepang...reog di paten orang malaysia)
Saya rasa tidak ada salahnya kita mulai belajar kembali tentang alam kita, walau dengan resiko dikatakan jadul ( atau malah dianggap gaul karena Eco- Green friendly?), tapi jika itu didasari akan manfaatnya bagi kesehatan tubuh dan jiwa kita, mungkin ini bisa dijadikan gaya hidup yang lebih membahagiakan.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar