Dengan adanya pembangunan rumah yang tepat disebelah kamar saya, tidak hanya menyebabkan polusi suara (sekarang tercipta kolaborasi antara suara Kaok Kaok ayam jago tetangga dengan Kletak Kletok palu...indahnya...), tapi juga polusi udara (setelah sebelumnya hobi si tetangga membakar sampah di sore hari dan dengan mantap dihembuskan angin ke dalam rumah, membuat kita berasa hendak diawetkan dengan cara pengasapan, kini ditambah debu dari pembersihan lahan untuk mereka bangun.
Karena itu, beberapa hari lalu, sehabis melakukan kerja rodi dalam rangka menyambut upacara ngaben di Karangasem, saya memutuskan untuk tidur siang sejenak di kamar Ibu saya yang lebih bebas polusi.
Ibu saya adalah orang yang sederhana, tidak terlalu suka teknologi (menjelaskan teriakan minta tolong setiap dia berada di depan komputer atau ketika dia ceritanya berniat mengutak-atik hpnya), dan barang yang berada di kamarnya adalah benda yang telah saya lihat hampir sepanjang hidup saya.Ol skul abis..kurang lebih begitulah istilahnya.
Ketika saya dengan iseng melihat koleksi bukunya, saya menemukan novel jaman saya muda dulu, Olga si gadis yang kemana mana pakai sepatu roda.
Iseng saya baca lagi, ha ha ha... tentang KDM (Korban Demi Moore- ketika dia main film Ghost dengan potongan rambutnya seperti anak laki cupu, yang sumhow dulu keren banget), tentang mobil civic wondernya Wina(sahabatnya Olga), saya inget dulu mobil ini mobil wajib semua anak muda, mungkin seperti honda jazz jaman sekarang deh..Tentang telepon umum koin (...dulu itu adalah tempat ngetem anak anak yang pacaran di telp,sampai dibelakang pada ngantre ha ha ha ha...),tentang GnR,Metallica semua grup rock dengan suara melengking dan rambut gondrong gombarang gambring( sekarang masih dengan setia dilestarikan oleh Serius Band)dan majalah MODE...ha ha ha ya ampun itu majalah udah ga terbit lagi...
Begitulah kenangan masa lalu, kadang kita bahkan tidak menyadari kita terbentuk olehnya. Seperti pada diri saya, di profile saya hanya mencantumkan nama penulis yang saya baca sekarang, yang menurut saya kaya dengan kedalaman cerita, dan melupakan penulis yang sebenarnya sangat berjasa dalam membentuk minat baca saya, yaitu Hilman, penulis ngocol serial Lupus dan Olga.
Sehingga jika dilihat lagi, pengaruh awal Hilman atas cara menulis saya yang ingin mengajak pembaca tertawa, sangatlah besar, walaupun kemudian tercampur dengan gaya metafora Seno Gumira dan sedikit kedalaman makna hidup a la Coelho.
Mungkin jika kita bisa meluangkan waktu untuk mereview kembali pengalaman hidup kita, melihat detailnya lebih dekat dan merasakan emosi yang tercipta didalamnya, bisa membantu kita menyadari betapa kompleksnya pembentuk diri kita sekarang.
Lalu pertanyaannya , kenapa dibuat ribet? Mikirin masalah sehari hari aja udah bikin pusing...iya ngga?
Hidup saya ibaratnya lemari. Kita isi dengan bermacam baju pengalaman. Jika kita tidak rajin mensortirnya, seperti emosi negatif, baju jaman dulu yang terlalu memalukan untuk dipakai tapi sayang untuk dibuang, dan terus menumpuk hingga penuh sesak. Ini adalah keadaan dimana kita tidak punya cukup baju yang membuat kita merasa nyaman dan percaya diri, dan tragisnya disaat yang bersamaan tidak memungkinkan untuk menyimpan baju baru.Penggambaran secara umum untuk kondisi ini adalah putus asa.
Tapi kembali hidup ini adalah pilihan, tidak ada yang wajib. Memang ada orang yang lebih suka mengeluhkan hidupnya yang sumpek, lebih nyaman untuk membahas emosi negatifnya dibanding melakukan pembersihan lemari karena mungkin dari itu dia bisa mendapatkan perhatian dari orang lain, atau alasan lainnya, dan itu sah sah saja.
Hanya saja yang perlu diingat, kebahagiaan kita berasal dari sikap, untuk itu berhati hatilah mengambil keputusan dan mari kita belajar bertanggung jawab atasnya..
Jumat, 25 Juli 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


1 komentar:
jangan lupa bikinin kos2an samping rumah lo buat kita.. hehehhe
lemari lo dah suka dibersihin belum?
*hmm* nginget posting si mbah.. kaya gt ya baik lo.. jadi terharu.. ow ya ya ya lo baik kok sama gw meski a pain in the ass kadang.. tapi dah mendingan yak.. jauhhh.. dulu mah BUANYAK, ALOT, etc etc
so its a good thing, right?!
Posting Komentar